"Seekor kerang mutiara akan menjadi kerang yang tak memiliki nilai apa pun bila tak ada mutiara di dalam cangkangnya. Tahukah bagaimana caranya seekor kerang dapat menghasilkan sebutir mutiara yang indah? Di dalam cangkangnya yang keras dipaksakan masuk sebuah benda asing untuk mengganggunya. Bagi sang kerang, benda asing itu menyebabkan iritasi dan rasa sakit. Begitu pula musibah yang menimpa manusia, semakin berat musibah yang menimpanya kelak akan menghasilkan mutiara yang semakin besar dan indah pula. Kesabaran itu pahit untuk dikecap tapi kelak akan membuahkan keindahan yang tak ternilai."

Tampilkan postingan dengan label Kaizen Sabar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kaizen Sabar. Tampilkan semua postingan

Bersyukur Karena Musibah II: Biografi Alm. Kyai Mbah Dahnan (Syekh Abdul Hannan)

>> Sabtu, 01 Agustus 2009


Tiga Pelajaran Berharga Dari Kyai "Nyleneh"


Di daerah Tambak Ngadi, Kediri, Jawa-Timur terdapat suatu kompleks makam auliya’. Kata auliya’ adalah bentuk jamak dari wali, waliyun atau wakil Allah SWT dalam melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW. Mereka yang dimakamkan di kompleks ini adalah orang-orang yang berjuang seluruh hidup mereka di jalan Allah untuk mengibarkan syi’ar islam.

Di salah satu bagian dari kompleks tersebut terdapat makam dari Syekh Abdul Hannan atau yang lebih dikenal dengan Mbah Dahnan.

Semasa hidupnya beliau adalah sosok kyai yang terkenal dengan gaya hidup yang nyleneh (aneh). Beliau mendirikan sebuah pondok pesantren di daerah Trenggalek, Jawa-Timur. Pondok pesantren itu semasa hidupnya tidak ia beri nama apapun. Santrinya pun tidak banyak, beliau sangat mementingkan kualitas santrinya dibanding kuantitas.

Pelajaran Pertama

Beliau hidup sangat sederhana, rumahnya hanya berdinding anyaman bambu dengan lantai tanah. Beliau tak pernah makan nasi. Beliau hanya makan singkong, tanaman yang tumbuh subur di Trenggalek. Kadang-kadang beliau makan singkong dengan sate ayam tapi itu tidak ia lakukan setiap hari. Dalam seminggu masih dapat dihitung berapa tusuk sate yang ia makan. Satu-satunya barang yang paling berharga yang ia miliki adalah Perkutut Putih. Beliau sangat menyayangi Perkutut tersebut, karena bentuknya yang indah dan suaranya yang merdu, dan tentu saja karena Perkutut Putih itu sangat langka sehingga menjadi incaran para kolektor untuk membelinya dengan harga yang tinggi.

Berdasarkan wawancara penulis dengan salah satu santrinya, almarhum adalah salah satu sosok yang tak ada tandingannya dalam perilaku ridho, ikhlas dan sabar. Pernah pada suatu pagi, ketika almarhum beserta para santri sedang bekerja di ladang yang tak terlalu jauh dari rumahnya, sang santri melihat ada seseorang yang hendak mencuri Perkutut Putih kesayangan Kyai. Melihat hal tersebut, sang santri langsung melaporkan kepada Mbah Dahnan yang berada tak jauh dibelakangnya. Namun Mbah Dahnan justru menarik tangan santrinya, dan menyuruh untuk bersembunyi di balik semak-semak. Sang santri bertanya kepada Mbah Dahnan, mengapa kita harus bersembunyi? Beliau kemudian memberitahu sebab mereka semua disuruh bersembunyi sementara melihat si pencuri melakukan aksinya, karena beliau merasa kasihan kepada si pencuri, bisa saja si pencuri itu malu dan mengurungkan niatnya untuk mencuri bila ketahuan oleh mereka.

Walaupun Perkutut Putih itu adalah satu-satunya hewan peliharaan paling berharga yang Mbah Dahnan miliki, karena selain langka dan suaranya yang merdu, harganya pun terhitung sangat mahal. Sudah banyak orang menawarkan uang puluhan juta untuk membeli Perkutut Putih tersebut, namun Mbah Dahnan tak pernah mau memberikannya. Tapi di saat ada seseorang mencuri Perkutut putih tersebut, beliau ridho dan ikhlas karena Allah SWT. Beliau tampaknya mengetahui bahwa maling tersebut lebih membutuhkan Perkutut putih kesayangannya dibanding dirinya atau kolektor yang sudah menawarkan harga puluhan juta kepadanya. Beliau pun sangat menyadari bahwa maling itu hanyalah wasilah dari Allah. Dan apapun yang Allah kehendaki atas dirinya itulah yang terbaik menurut ilmu Allah.

Pelajaran Kedua

Cerita selanjutnya adalah disaat beliau kehilangan anak pertamanya dan laki-laki satu-satunya saat itu. Di saat anaknya meninggal karena sakit panas, istrinya menangis, dan para santrinya bersedih. Namun Mbah Dahnan justru memuji Allah dan mendendangkan shalawat. Beliau dengan tenang mengafani sendirian kemudian melakukan shalat jenazah bersama para santri-santrinya.

Siapa yang akan rela kehilangan anak laki-laki semata wayangnya ? Namun bila menurut Allah itu yang terbaik, maka beliau pun ridho karena Allah memberikan hadiah yang tak ternilai baginya.

Anak laki-laki yang diambil oleh Allah belum memiliki dosa apapun, sehingga baginya tentu akan mendapatkan surga. Beliau sangat bangga karena memiliki anak yang kelak menjadi penghuni surga. Dan barang siapa yang ridho atas ketentuan Allah dengan mengucapkan inna lillahi wa inna ilaihi roji’un maka akan dibangun rumah baginya di surga.

“Apabila meninggal anak seorang hamba, maka Allah SWT berkata kepada malaikat: Apakah kamu telah mencabut roh putra hambaKu. Jawabnya: Ya. Apakah kamu telah mengambil buah hatinya ? Jawabnya: Ya, benar. Maka Allah berkata: “Lalu apa yang diucapkan oleh hambaKu?. Malaikat berkata: “Dia memuji-Mu dan mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi roji’un. Maka Allah SWT berkata: “Bangunkan untuk hambaKu tersebut sebuah rumah di surga dan beri nama tempat itu Baitul Hamdi”. (H.R. Turmudzi, dia berkata: Hadis Hasan)

Setelah kematian anak laki-lakinya tersebut, akhirnya beliau diberikan anugrah oleh Allah untuk memiliki 5 orang anak.

Kejadian Ketiga

Kejadian yang paling teringat oleh seluruh santri Mbah Dahnan adalah ketika pesantren yang baru saja mereka bangun dengan susah payah mengalami kebakaran. Di saat para santri sibuk dan panik memadamkan api yang melalap pesantren tersebut, Mbah Dahnan justru menari-nari sambil tak henti-hentinya dari mulutnya memuji Allah dan bershalawat. Akhirnya tak ada yang dapat terselamatkan dari pesantren yang baru mereka bangun. Seluruhnya telah hangus terbakar oleh api. Setelah kejadian tersebut, Mbah Dahnan berserta seluruh santrinya justru mengadakan acara syukuran atas kejadian tersebut.

Hal luar biasa yang dapat kita petik dari beliau adalah, sifat ridho, ikhlas dan sabarnya. Beliau benar-benar yakin bahwa apapun yang diberikan Allah saat ini adalah yang terbaik. Musibah dalam bentuk nikmat dan bencana adalah hal yang pasti terbaik menurut Allah, untuk itulah ia selalu mengucapkan syukur tak terhingga kepada-Nya atas apapun yang terjadi saat itu.

Dan memang, tak beberapa lama setelah kejadian kebakaran tersebut, beliau mendapatkan bantuan untuk mendirikan pondok pesantren yang lebih besar dari pada pondok pesantren terdahulu.

“Dunia itu menjijikkan”. Kalimat itulah yang paling sering Mbah Dahnan ucapkan di saat beliau masih hidup. Kalimat tersebut sangat membekas di kalangan santrinya. Karena logika duniawi “tak kan pernah nyambung”, dibanding dengan ilmu Allah yang sedemikian luasnya.

Tingkatan kita mungkin sangat jauh dibanding beliau, namun dengan membaca kisah hidupnya diatas, insya Allah ada hal yang dapat kita petik untuk dikemudian hari. (http://mutiaradibalikmusibah.blogspot.com)

Read more...

Kaizen Sabar

>> Sabtu, 25 Juli 2009

KAIZEN SABAR DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
Pedoman menjadikan dunia sebagai budak Anda menuju akhirat




Kai (改) berarti perubahan, sedangkan zen (善) berarti baik. Kaizen adalah berusaha untuk melakukan perbaikan secara kontinyu di seluruh aspek kehidupan manusia. Perbedaan dengan kaizen sabar adalah pada kaizen sabar hanya memfokuskan kepada ketetapan Allah SWT. Sebenarnya siklus kaizen sabar sudah ada pada saat kita melaksanakan kesabaran sesuai dengan syariat Islam. Jadi siklus ini bukanlah siklus yang baru dalam kehidupan kaum muslim yang takwa kepada Allah. Siklus ini pula bukan berasal dari Jepang atau masuknya budaya-budaya asing ke dalam ajaran syariat. Namun karena di Jepang juga mengenal filosofi perbaikan yang kontinyu yang mereka sebut kaizen, maka penulis meminjam istilah kaizen dengan menambahkan kata “sabar” untuk menjadi pembeda keduanya.


Segalanya berawal pada qodha dan qodar

Apakah kita memiliki sifat yang kurang terpuji yang tidak sesuai dengan syariat? Apakah kita mendapat musibah yang menyakitkan? Apakah kita sedang mengalami penurunan dalam usaha? Dan lain sebagainya, semuanya ada pada siklus tersebut pada tahapan qodha dan qodar. Sifat yang kurang terpuji (maksiat) akan menjadi haram untuk kita ridhoi keberadaannya, maka dengan usaha secara lahir kita harus berusaha menghilangkan sifat buruk tersebut. Bila kecanduan narkoba maka kita harus berusaha secara lahir untuk menghentikannya. Kemudian usaha lahir tersebut harus dibarengi dengan usaha secara batin, yaitu berdoa untuk dikuatkan oleh Allah agar dapat menjauhi larangan-Nya. Lakukan usaha secara lahir maupun batin dengan ikhlas untuk Allah, karena Allah, dan demi Allah.

Begitu pula bila kita mengalami musibah, maka sunnah hukumnya untuk ridho terhadap musibah yang kita hadapi. Namun wajib hukumnya untuk bersabar atas ketetapan Allah. Lakukan usaha lahiriah dalam mengahadapi musibah tersebut dan jangan lupa berdoa kepada Allah untuk diberi kekuatan menghadapi musibah dan kemampuan untuk bersyukur pada seluruh ketetapan-Nya.

Disaat kita mengalami penurunan dalam hasil usaha kita, maka ini menjadi kewajiban syariat. Karena mencari penghidupan di bumi secara halal adalah suatu kewajiban manusia. Gunakan usaha secara lahir untuk mengetahui penyebab utama penurunan hasil usaha kita dan berusaha secara pintar dan giat untuk mengatasi hal tersebut. Jangan lupa berdoa untuk memohon kemudahan dalam mencari rezeki-Nya. Lakukan dengan ikhlas lillahi ta’ala. Lakukan perbuatan lahir dan batin hanya untuk Allah, karena Allah, dan demi Allah.

Bagaimana bila hasil yang didapat tidak sesuai dengan harapan?

Ini akan kembali menuju tahapan qodha dan qodhar. Bila kita belum mampu menghentikan sifat yang kurang terpuji, maka berusahalah terus jangan pernah berhenti untuk berusaha secara lahir dan batin. Perbanyak istighfar untuk memohon pengampunan-Nya. Tak kenal lelah dalam berjuang walau gagal berkali-kali lebih baik dari pada berputus asa kepada rahmat dan ampunan-Nya. Inilah mengapa dinamakan kaizen sabar, karena usaha harus kita lakukan terus dan terus hingga nyawa kita sudah sampai di tenggorokan. Inilah yang dinamakan sabar dalam menjauhi larangan-Nya.

Bila musibah belum dapat kita atasi, maka baca ulang buku ini dari awal agar selalu sabar dan dapat bersyukur menghadapi musibah. Bayangkan balasan Allah yang indah di akhirat atas seluruh kesulitan-kesulitan yang Anda hadapi. Jangan pernah menyerah dan lakukan untuk Allah, karena Allah, dan demi Allah. Jangan berfokus pada hasil yang berupa materi tapi berfokuslah pada peningkatan iman Anda. Ingatlah Allah tak akan meninggalkan Anda walau sedetikpun. Inilah yang dinamakan sabar dalam menghadapi musibah.

Bila usaha belum mengalami kemajuan, maka jangan pernah menyerah. Cari tahu apa yang menjadi kegagalan Anda dan berusahalah secara lahir dan batin untuk mengatasi kegagalan menjadi keberhasilan. Gunakan ibadah-ibadah sunnah selain ibadah wajib untuk lebih mendekatkan diri Anda kepada Allah. Mulai dari shalat sunnah rawatib, duha, tahajud dan lainnya. Sedekah dan zakat hingga umrah bila mampu. Gunakan sabar sebagai pedang untuk kemenangan dunia dan akhirat. Inilah yang dinamakan sabar dalam beribadah

Kemudian selanjutnya tak jarang Anda akan mendapatkan qodha dan qodar yang baru, atau bahkan berjalan paralel di saat Anda baru mencapai salah satu tahap kaizen sabar. Maka qodha dan qodar baru tersebut akan memulai siklusnya yang lain.

Sifat zuhud dan Istiqomah yang menggerakkan sabar

Jadikan dunia sebagai budakmu, jangan pernah mau diperbudak oleh dunia. Jadikan dunia sebagai kendaraan menuju surga, jangan pernah mau untuk dikendarai dunia menuju neraka. Carilah rizki sebanyak-banyaknya untuk bekal di akhirat, karena tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Zuhud tidaklah melulu diidentikkan dengan hidup dalam kemiskinan. Zuhud adalah menjaga hati agar tidak tertawan oleh nafsu duniawi. Kekayaan dan kebahagiaan letaknya di hati dan keduniawian tidak menjamin Anda kaya dan bahagia di dunia.

kemudian istiqomah akan menjadi semangat utama agar kita meneruskan sifat sabar ini hingga maut memisahkan kita. (http://mutiaradibalikmusibah.blogspot.com)


Read more...

Hot Info !!!

Dapatkan Buku ini secara gratis dengan tanda tangan pengarang eksklusif untuk Anda !!!

Caranya: Silahkan Curhat tentang musibah yang sedang menimpa Anda atau teman Anda di Buku Tamu tepat di samping kanan. Kemudian sebutkan alasan mengapa Anda layak mendapatkan buku ini.

Pengirim terbaik akan mendapatkan Buku Gratis "Mutiara Dibalik Musibah, Perjalanan Mencari Cinta yang Hanya untuk Allah".

Tanya Mbah Gugel

Buku tamu: Testimonial dan Curhat di sini

  © Blogger templates Shiny by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP